Rabu, 08 Oktober 2008

MIMMY OH MIMMY (Naskah drama yg "GATOT"

MIMMY OH MIMMY

Para Pemain

  1. Ari Larasati sebagai Riri 11. Septina sebagai Jeniver

  2. Rully Rolina sebagai Jin Mimi 12. Dedi Parlindungan sebagai Amith Khan

  3. Rikho Saputera sebagai Putu 13. Variani sebagai Vari Chen

  4. Okta Mularini sebagai Varis 14. Arif Agus sebagai Tsulang Rai

  5. Nur Asri sebagai Armi 15. Markus sebagai Sammy

  6. Nelly Sufriyanti sebagai Irut 16. Meliana sebagai Miky

  7. Asti Astuti sebagai Ibu guru. 17. Aditya sebagai Bougest

  8. Chaerulisa sebagai Tami 18. Pujiyanti sebagai Pujay

  9. Nani sebagai Wijey 19.Tiska Yuli sebagai Jin Cantik

  10. Pandu Rahmi sebagai Tiza 20. Risdawati sebagai Jin Cantik


There is a high school, that named SMA Model. Why it named “SMA MODEL”? Based on the history. It named it because the high school often produce many models or experiment. Do you understand? Lho kok diem…gak ngerti yaa?…iya…iya akan saya terjemahkan! Disuatu daerah berdirilah sebuah gedung yang bernama “SMA MODEL”. Mengapa diberi nama “SMA MODEL”? Konon kabarnya siswa-siswi di sekolah itu kerap menghasilkan berbagai model atau percobaan. Contoh percobaan mereka akan segera kita lihat yuuuk…

Sammy : “Hei temen-temen gimana, udah siap semua khan?”

Bougest : “Beres Sam…”

Pujay : “Iya… semua sudah beres, tinggal nyalain sumbunya”

Miky : “Ya udah… cepetan udah gak sabaran nih...”

Sammy : “Ok, kita langsung coba sekarang?”

Miky : “Yoi… mana koreknya, gest”

Bougest : “Nih..tapi biar gue yang nyalain, ya?”

Pujay : “Ya udah cepet kau gest!”

Bougest kemudian menyalakan sumbu bom rakitan mereka. Ditunggu 1 menit…2 menit..

Tidak juga meledak

Miky : “Payah nih”

Pujay : “Iya payah.. gimana tuh”

Bougest : “Iya Sam, masa eksperiment kita gagal sich”

Sammy : “Tenang dulu dong, sini aku lihat!”

Saat dilihat tiba-tiba door!!! Bom meledak dan mengenai Sammy dan kawan-kawannya. Kasihan banget ya!

Ya itulah salah satu percobaan yang dilakukan oleh siswa-siswi jenius SMA MODEL. Baik, kita akan melihat suatu kelas yang lain daripada yang lain. Ya.. inilah dia..Suatu hari di kelas itu, ada suatu hal yang menggemparkan. Suatu peristiwa yang saya yakin membuat seluruh siswa di sekolah di Indonesia pasti jengkel!!

Apakah itu? Ya…Ulangan Dadakan!

Jenifer : “Ih ibu.. ulangan lagi”

Wijey : “Iya bu.. kemarenkan udah ulangan . Masa ulangan lagi…”

Varichen : “Bu.. apa gak bosen ulangan mulu!”

Guru : “Sudah..sudah, ibu tidak mau dengar,. Sekarang siap kan kertasnya. Dan

ingat semua buku dimasukan, tidak ada yang mencontek.”

Amith : “Ibu yang cantik. Bagaimana kalau ulangannya ditunda besok!”

Putu : “Sudahlah teman-teman. Kita terima saja. Salah siapa kalian tidak belajar.”

Guru : “Bagus Putu. Itu baru anak ibu”

Murid : “Hu…!!!!

Guru : “Sudah sekarang kalian diam. Kita akan ulangan !”

Akhirnya ulangan tetap dilakukan. Selesai ulangan mereka berkumpul.

Miky : “Gila tu orang, dia pikir kita ini Jimmy Neutron”

Amith : “Wah gue banget tuh.. tapi maksud loe siapa Miky?

Miki : “Siapa lagi…itu lo guru cerewet”

Wijey : “Oh ibu tadi. Emang rada-rada gimana tu ibu. Kayaknya kerjaannya

ulangan aja”

Jenifer : “Ntar deh, bawaan bayi kali”

Wijey : “Hamil sih hamil, tapi jangan ngidam soal dong!”

Jenifer : “Iya moga aja anaknya lahir dengan wajar”

Varichen : “Yoi, jangan sampe tu anak kayak ibunya”

Amith : “Maksud loe”

Varichen : “Ya jangan gila soal gitu deh..”

Putu : “Heh kalian, kok gitu sih…itu kan salah kalian, kenapa gak belajar”

Miki : “Alah…sok suci lo, Put”

Putu : “Biarian aja…cerewet”

Mereka terus saling berkomentar. Tapi seorang anak tampak diam di sudut ruangan. Kenapa ya??

Keesokan harinya Ibu Asti kembali unjuk gigi di depan murid-muridnya.

Guru : “Bonzour !”

Murid : “Bonzour !”

Guru : “Kalian penasaran dengan nilai kalian ?”

Murid : “Nggak bu!”

Guru : “Lho kok gitu. Ibu sudah bela-belain masuk kelas demi kalian “

Murid : “Hu…”

Guru : Baik ibu mulai…Amith 30, Jenifer 30, Wijey 40, Miky 30, Tsulang 35, Tiza

30, Varichen 30, Putu 90, Armi 80, Irut 80, dan Tami 75,. Oya

Riri –5.

Setelah mereka mendengar hasil ulangan, mereka tampak lesu kecuali Putu, Varis, Armi, Irut, dan Tami. Ya istilahnya mereka gak remidial gitu deh..

Riri adalah anak yang paling sedih. Dirinya mendapat nilai paling jelek di kelasnya, bahkan nilai min ia dapat saat ulangan itu.

Sepulang sekolah, Riri terlihat berjalan seorang diri.

Riri : “ Ih… Bego banget sich ! bisa-bisanya aku dapat nilai jelek, min lagi..!”

Tiba-tiba sebuah botol melesat dengan indah dan mendarat tepat di tubuh Riri.

Riri : “ Aduh.. apa lagi ini ? “

Riri memungut botol itu dengan kesal. Lalu menoleh ke kanan kiri mencari tersangka. Tapi tidak ada seorang pun. Riri kembali membuang botol itu. Tapi botol itu malah kembali ke Riri lagi.

Riri : “ Aduh… siapa sich ?”

Karena jengkel, Riri hampir menginjak botol itu. Tetapi dari dalam botol itu, terdengar suara aneh hingga Riri mengurungkan niatnya.

Suara : “ Woi.. kamu siapa ?”

Riri yang mendengar suara itu ketakutan sambil mengamati botol itu.

Suara : “ Kok diam aja ? cepet buka tutup botolnya !”

Riri : “ Kamu siapa ?”

Suara : “ Aku jin sakti , tapi sekarang aku terkurung dalam botol ini. Cepat , udah gerah

Ni.. selamatkan aku !”

Riri membuka tutup botol itu. Lalu tampak seorang jin menari – nari mengelilingi Riri. Jin itu berhenti, lalu memberi hormat.

Jin : “ Hai aku jin Mimi. Kamu siapa ?”

Riri :” Aku Riri.. “

Jin : “ Karena kamu sudah menyelamatkanku, aku akan mengabulkan keinginanmu. “

Riri : “ Apa ? Benarkah ?”

Jin : “ Benar ..”

Riri : “ Benarkah ?”

Jin : “ Benar...”

Riri : “ Benarkah ..?”

Jin : “Iya…”

Riri : “ Iya… aku.. pingin jadi pintar..”

Jin : ( Berpikir sejenak ) Itu gampang..”

Jin lalu memejamkan matanya sambil komat – kamit. Setelah jin membuka matanya.

Jin : “Sim sala bim. Abrakadabra”

Riri :”Aku tidak merasakan ada yang berubah pada diriku”

Jin :”Oh…itu belum kamu harus minum pil ini sebelum kamu belajar kamu juga

harus rajin membaca buku, di rumah dan di sekolah. Maka mantraku baru akan

bekerja.”

Sejak saat itu Riri mengikuti kata-kata jinnya. Ia rajin membaca buku setiap saat.

Pagi itu Ibu Asti kembali memberikan ulangan dadakanya untungnya Riri sudah mendapat resep ampuh dari jinnya, hingga ia bisa mengerjakan soal ulangannya.

Riri :”Jin, makasih ya…karena resep kamu, aku bisa ngerjain semua soal ulangan

tadi”
Jin :”(
tersenyum) sama-sama...Ri”

Esok harinya Tami selaku ketua kelas datang membawa hasil ulangan.

Tami :”Temen-temen ini hasil ulangannya. Ibu Asti lagi ngecek kehamilanmnya. Trus

kita disuruh belajar sendiri.

Tiza :”Tu kan, jangan-jangan anaknya Ibu Asti bakal lahir prematur”
Tsulang :”Ah kamu za, jangan gitu.
Armi :”Heh diem napa. Biar Tami bacain nilainya”

Varis :”Iya diem si…cepetan Tami bacain nilainya”
Tami :”Ya udah diem dulu dong. Ok ini nilainya. Amith 40, Tiza 45, Jeniver 55, Vari

35, Wijey 40, Putu 90, Armi 80, Irut 70, Varis 75, dan Riri …100?

Riri :”Hore…aku dapat nilai 100”

Riri terlihat sangat senang. Tapi di sisi lain Putu, Armi, Varis dan Irut merasa kesal. Bagaimana bisa Riri yang biasanya bodoh bisa dapat nilai bagus.

Putu :”Temen-temen …masa nilai gue di bawah Riri…kan nggak banget”

Armi :”Bukan cuma elo Putu, gue juga.”

Irut :”jangan-jangan ada apa-apanya nih...”

Varis :”Gue sependapat ama loe, Rut. Gue rasa…pasti ada yang gak beres”

Putu :”Jadi bukan cuma gue yang ngerasain.Kalian juga?”

Armi :”Iya Put, si Riri itu sekarang jadi aneh”

Irut :”Oh ya Mi, gue pernah lihat loh! Si Riri itu lagi ngomong sendiri.”

Armi :”Ngomong sendiri, aneh ya”

Tiba-tiba saat mereka sedang asyik ngobrol, datang Tsulang dan Tiza.

Tiza :”Eh, ada gosip baru nih?”

Varis :”Penting gak tuh?”

Tsulang:”Penting banget itu loh soal Riri”

Irut :”Maksud loe?”

Tiza :”Ternyata selama ini si Riri melihara jin.”

Varis :”Sumpe lo?”

Tsulang:”iya lah. Tadi aja kita lihat dia lagi ngomong sendiri. Terus kemana-mana dia

juga selalu bawa botol yang aneh. Apa coba kalo bukan jin?”

Putu :”Pantesan sekarang dia jadi pinter ternyata ada jin di belakangnya”

Armi :”Sekarang mending kita tanya langsung aja sama Riri”

Kemudian mereka menemui Riri yang tengah membawa botol ajaibnya.

Putu : “ Heh Ri.. sini loe!”

Riri : (mendekat) “Kenapa Putu ?”

Putu : “ Heh elo melihara jin ya ?”

Riri : “eng…gak”

Varis : Trus ini botol apaan ?( sambil merebut botol Riri )

Riri : “Ja…ngan”.

Armi : “ Elo takut ya Ri, kalo botolnya kita ambil elo bakalan goblok lagi?”

Tami tiba-tiba datang.

Tami : “ Kalian kenapa sich, kok merebut botol milik Riri?”

Irut : “ Tami, si Riri itu sekarang bisa dapet nilai gede karena botol ini ada jinnya!”

Tami : “ Roda itu senantiasa berputar lho, ada saatnya dia di atas dan ada kalanya di

bawah. Mungkin aja sekarang si Riri…”

Putu : ( memotong ucapan Tami ) “ Gak mungkin Mi.. Jelas-jelas si Riri itu melihara

jin.”

Armi : “ OK Tam Ok.. kalo emang Riri gak melihara jin, tunjukin dech ke kita, kalo elo

tetep bisa dapet niilai gede tanpa botol ini.” ( menunjuk ke Riri ).

Riri :” Tapi..”

Putu :” Bener kata Armi, dan elo Mi ( melihat ke Tami ) Elo jadi saksinya kalo Riri

besok gak bisa dapet nilai gede, Riri kudu ngaku ke bu Asti, kalo selama ini dia

dibantu jin. OK ?!”

Putu, Irut Armi dan Varis pergi meninggalkan Riri dan Tami.

Esok harinya, bu Asti kembali ke kelas. Ia pun seperti biasa kembali mengadakan ulangan dadakan favoritnya. Putu dan teman-temannya tersenyum sinis pada Riri. Tapi Riri tidak gentar. Semalam ia sudah memutuskan bahwa ia pasti meski tanpa bantuan jinnya. Dengan penuh semangat Riri sudah mempelajari semua materi pelajaran malam itu. Dan kini Riri pun bisa mengerjakan soal-soal dari bu Asti.

Selesai ulangan, Varis berteriak pada bu Asti.

Varis :”Bu langsung dikoreksi aja !”

Guru :”mm.. Usul bagus Varis. “

Ibu Asti kemudian mengoreksi hasil ulangan siswa-siswinya. Kira – kira sepuluh menit kemudian, bu Asti telah selesai.

Guru :” Baik anak-anak.. Ibu cukup bangga dengan nilai ulangan kalian hari ini. Baik

ibu bacakan hasilnya sekarang. Amith 80, Tiza 80, Tsulang 75, Jeniver 85,

Wijey 80, Vari 80, Putu 95, Armi 85, Tami 75, Irut 80, Miki 75, Varis 85, dan

Riri.. 100 !”

Riri : “ Benarkah ?”

Wijey :” Benar..”

Riri :” Benarkah ?”

Tiza :” Iya tolol..?

Riri : “Benarkah ?

Guru :” Iya Riri kamu dapet 100.”

Bel pulang berbunyi. Seluruh siswa dan guru pulang ke rumahnya masing-masing.

Putu :”Nih botol lo” (Putu melemparkan botolnya)”

Riri begitu senang, botolnya telah kembali. Ia cepat-cepat membuka botolnya.

Riri :”Hai Jin Mimi, gimana keadaanmu”

Jin :”Baik Riri. Bagaimana kabar mu dan bagaimana dengan hasil ulanganmu?”

Riri :”Aku dapet 100 lagi Jin. Aneh ya, padahal kamu gak ada di situ”

Jin :”Riri…nilai itu bukan bantuan aku. Tapi itu semua karena kamu mau belajar.

Jadi kamu bisa mengerjakan ulangan itu.”

Riri :”Kamu jangan bercanda Jin. Bagaimana mungkin aku bisa mendapat nilai 100

tanpa bantuan mu.”

Jin :”Maaf Ri, selama ini aku hanya membohongimu. Pil yang aku berikan padamu

hanyalah vitamin biasa. Aku tahu”

Riri :”Benarkah itu jin?”

Jin :”Benar”

Riri :”Benarkah?”

Jin :”Benar…”

Riri :”Benarkah?”

Jin :”Sudahlah, Ri…”

Saat sedang asyik ngobrol, datang dua jin cantik.

Tiska :”Hai, Mimi”

Jin :”Hai, kenapa kalian kemari, bagaimana kabar negeri Jin”

Tiska :”Itulah Mimi, kamu harus segera pulang. Keluarga jin sedang diserang oleh jin

jahat. Jadi hanya kamu yang bisa membantu kami”

Jin :”Tapi…”

Risda :”Bukankah rasa percaya diri Riri sudah kembali. Sekarang ia sudah bisa

mengatasi masalahnya.”

Jin :”Tapi aku kasihan bila harus meninggalkan Riri”

Tiska :”Sudahlah jin Mimi…ayo kita pulang”

Riri yang melihat itu mencoba menghalangi niat dua jin itu.

Riri :”Jangan tinggalkan aku jin”

Risda :”Cepat Mimi ayo kita pergi” (Menarik tangan Mimi)”

Riri :”Tunggu jin”

Jin :” Maaf Ri, mungkin ini terakhir kalinya kita bertemu. Aku harus pulang ke

negeriku”

Namun jin itu akhirnya tetap pergi bersama dua orang temannya. Riri sangat sedih. Tetapi ada pertemuan pasti ada perpisahan. Demikian pula kami. Sekian dahulu penampilan dari kami. Apabila ada kesalahan kami mohon maaf.

Mau tahu nasib riri? Riri akhirnya bisa menjadi juara kelas. Teman-temannya pun mulai menyadari bahwa Riri memang pintar. Selama ini dia hanya kurang percaya diri. Jadi buat teman-teman sekalian, apapun yang kalian lakukan, jika itu hal yang baik tetaplah percaya pada dirimu sendiri.



S E K I A N.




Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda